5 February 2015

Cara Mengusir Bau Dalam Ruangan

Bau cat baru, asap rokok, bau masakan dan bau lemari apek, seringkali mengganggu kenyamanan Anda di rumah.
Meskipun ada beragam produk yang dijual dipasaran untuk menghilangkan bau tersebut, sebetulnya Anda pun bisa memanfaatkan apa yang ada di rumah.
Berikut beberapa tips yang bisa di coba.

Bau Asap Rokok
  • Anda dapat menggunakan handuk basah atau lembab sebagai pengusir bau asap rokok. Caranya handuk yang basah diperas lalu dikibas-kibaskan di ruangan yang penuh asap rokok.
  • Anda bisa meletakkan beberapa piring kecil berisi carbon aktive ( arang dari kayu ) di atas meja.
  • Cara lain adalah dengan menaruh mangkuk berisi cuka pada sudut-sudut ruangan yang banyak perokoknya.
 Aroma Cat Baru
  • Bila Anda tidak tahan menghirup udara di ruangan yang masih berbau cat, taruhlah beberapa mangkuk berisi air dan garam. Dalam beberapa jam aroma cat itu pasti akan hilang.
  • Gunakan bawang bombai, potong menjadi dua bagian. Masukkan satu bagian bawang tersebut ke dalam sebuah wadah berisi air. Lalu taruhlah wadah ini di ruangan yang berbau cat.
  • Letakkan seember besar air yang dicampur dengan satu sendok teh cairan amoniak di ruangan yang baru dicat. Diamkan selama satu malam.
 Lemari yang Apek
  • Basahi sedikit kapas dengan parfum, lalu tempatkan dalam wadah yang terbuka di dalam lemari. Wanginya akan terasa samar-samar pada pakaian.
  • Aroma wangi juga bisa Anda peroleh dengan meletakkan irisan sabun wangi dalam mangkuk dan meletakkannya dalam lemari.
  • Kalau lemari Anda masih baru, letakkan tembakau dalam wadah, lalu masukkan ke dalam lemari selama sehari semalam. Secara perlahan bau apek itu akan hilang.

15 July 2014

Rumah Cerdas

Berbicara rumah cerdas, kita akan selalu menghubungkannya dengan penggunaan teknologi terkini. Namun yang akan saya bahas disini adalah rumah cerdas dari sisi penyesuaian dengan kondisi lingkungan dimana rumah itu berada. Menurut arsitek Budi Pradono, rumah cerdas adalah rumah yang sustainable. Rumah yang memiliki keseimbangan antara aspek ekonomi,kultural dan sosial, sehingga terus adaptif terhadap lingkungannya.

rumah minimalis yang cerdas karya Yu Sing


Rumah yang cerdas harus dapat beradaptasi dengan lingkungan, tidak merusak lingkungan yang sudah ada. Misalnya dari tahap pembangunannya yang tidak mengganggu pohon-pohon yang telah ada, mengikuti dan menyiasati kountur tanah yang sudah ada. Rumah cerdas juga sebaiknya menggunakan material yang ramah lingkungan. Pembangunan rumah cerdas seperti ini tentu saja tidak gampang di lingkungan kota yang sudah sangat padat. Lalu bagaimana menerapkan rumah cerdas bagi warga perkotaan ?

Untuk kita yang tinggal dilingkungan kota yang sudah padat dengan lahan yang terbatas, ada beberapa solusi yang bisa kita terapkan untuk membangun sebuah rumah yang cerdas :
1. Dalam membangun rumah, hindari menutup keseluruhan lahan dengan bangunan, sisakan area yang terbuka untuk resapan air.
2. Jika luasan rumah anda terbatas, buatlah rumah yang transparan, yang tidak memerlukan banyak sekat. sehingga rumah yang kecil bisa terlihat lebih luas. Buatlah ruang yang bisa menampung banyak aktivitas, seperti ruang makan yang menyatu dengan dapur dan ruang keluarga.

rumah cerdas tanpa sekat, antar ruang berhubungan tanpa batas
3. Gunakanlah furniture yang berukuran kecil, ringan dan ramping,  atau furniture yang multifungsi sehingga dapat menghemat penggunaan ruang.
4. Buatlah bukaan-bukaan yang cukup untuk mengalirkan udara dari luar ke dalam rumah dan sebaliknya. sehingga kita bisa meminimalkan penggunaan pendingin ruangan. Dengan bukaan-bukaan yang lebar pula cahaya alami akan mudah masuk untuk menerangi ruangan dalam rumah.

penggunaan bukaan yang lebar untuk memasukkan udara dan cahaya alami
Rumah cerdas berawal dari desain yang cerdas. Dalam mendesain, arsitek harus lebih selektif menyeimbangkan antara fungsi, keindahan, penggunaan material dan aplikasi struktur yang digunakan. Sedapat mungkin desainnya harus ramah lingkungan, tidak menggunakan banyak energi, dan minim penggunaan air. Seperti itulah kira-kira yang disebut sebagai rumah cerdas.

sumber foto : majalah idea edisi tahunan

15 November 2013

Secondary Skin


Jika kita melihat tampilan rumah-rumah modern sekarang ini, penggunaan secondary skin mulai sering diaplikasikan pada dinding muka bangunan. Secondary skin merupakan dinding baru di depan dinding utama bangunan yang berfungsi sebagai pelindung bangunan dari terpaan cuaca luar yang berlebihan. Mulai dari tampias air hujan hingga cahaya matahari yang menerpa langsung.



Biasanya secondary skin digunakan untuk mereduksi sinar matahari pada sisi bangunan yang terpapar sinar matahari secara berlebihan.
Selain itu juga berfungsi sebagai pengaman bangunan atau rumah.

Karena berbagai fungsi yang ditawarkan maka pemilihan bahan materialnya juga perlu dipertimbangkan. Ada beberapa material yang biasa digunakan untuk membuat secondary skin, diantaranya kayu, batako, roster, besi, pelat metal, GRC (Glassfiber Reinforced Concrete) bahkan pada beberapa bangunan menggunakan tanaman sebagai lapisan secondary skin.

Pemilihan bahan dan bentuk yang tepat akan menunjang sisi estetika dari suatu bangunan.
Jadi selamat berexplorasi menempatkan secondary skin pada desain rancangan anda.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...