26 February 2015

RUMAH SEJUK TANPA AC

Sekarang ini hampir setiap rumah diperkotaan memiliki AC untuk mendinginkan ruangan dan membuat kita terlalu bergantung pada keberadaan AC.Padahal jika dirancang dengan benar, kita bisa saja membuat rumah sejuk tanpa menggunakan AC, karena kita berada di wilayah tropis.

Berikut ini beberapa cara untuk menjadikan rumah terasa sejuk tanpa penggunaan air conditioner :
1. VENTILASI MEMADAI
Ventilasi harus lancar, untuk itu perlu diperhatikan bukaan rumah seperti jendela, pintu,dan lubang udara lainnya.Sebaiknya jendela berukuran besar dan mengikuti aliran udara, serta berada di sisi utara dan selatan sehingga sirkulasi udara lancar.
Arah hadap rumah yang memiliki banyak bukaan sebaiknya tidak menghadap langsung arah matahari.
rumah terbuka
rumah dengan bukaan lebar

2. ATAP PENGHALAU PANAS
Gunakan atap yang dapat menghalau panas,seperti menggunakan material genteng sebagai penutup atap. Material ini cukup baik untuk menghalau panas dibandingkan dengan asbes, seng atau bahan metal lainnya.Tidak harus genteng keramik, genteng plentong dari tanah liat yang dibakar sederhana pun sudah oke.
atap genteng
atap genteng

3. TINGGI PLAFOND LEBIH DARI 2,75M

Sebaiknya rancang tinggi plafond ruangan, terutama pada ruang publik, dengan ketinggian lebih dari 2,75 m. Dengan memperhatikan jarak plafond ke lantai, kita dapat meminimalkan udara panas tertahan dalam rumah.

4. GUNAKAN SUN SCREEN

Jika rumah Anda menghadap barat, gunakan penyaring sinar matahari (sun screen) untuk mengurangi paparan panas sinar matahari. Bentuknya bisa beragam, seperti pepohonan yang rimbun, tirai dan material lain yang diolah menjadi secondari skin.


taman rumah
taman di belakang rumah

5. TAMAN
Taman dapat meminimalisasi udara yang panas. Taman yang berada disisi barat dan timur dapat menghalau sinar matahari langsung dan membuat hawa yang masuk ke rumah lebih sejuk.
Keberadaan taman di dalam rumah, akan membuat sirkulasi udara menjadi sejuk












sumber : majalah IDEA
sumber gambar : dari berbagai sumber

TIPS MENGATASI UDARA LEMBAB

Sebagian besar dari kita menganggap polusi udara kebanyakan terjadi diluar rumah atau bangunan. Ternyata sebaliknya, udara di dalam rumah lebih beresiko tercemar polutan yang berbahaya bagi kesehatan. Apalagi sekitar 80% aktivitas kita banyak dilakukan di dalam ruangan, yang umumnya malah minim sirkulasi. Dalam rumah tinggal, polusi udara diperoleh dari berbagai sumber, seperti bakteri, virus, asap pembakaran memasak, cat, furnitur dan asap rokok. Semuanya itu tentu saja berbahaya bagi kesehatan. Penyakit yang ditimbulkan beragam, mulai dari alergi, gangguan pernafasan, hingga infeksi paru-paru yang dapat menyebabkan kematian.


Penting sekali rumah tinggal memiliki banyak bukaan ke arah luar, meskipun lahan yang tersedia tidak terlalu luas. Jendela dan void berguna untuk memutar udara dalam ruangan, sehingga kelembaban udara tak terlampau tinggi. Ruang yang lembab berpotensi memunculkan bakteri penyakit seperti jamur dan kuman.
Untuk mengatasi udara lembab, sebaiknya selalu membuka jendela setiap pagi. Jendela yang terbuka dapat memasukkan cahaya matahari serta membuang udara di dalam ruang dan menggantikannya dengan udara yang baru. Penting pula untuk rutin membersihkan perabot rumah tangga. Bakteri akan mudah menempel pada perabot dalam kondisi udara lembab.

Cara lain untuk mengatasi kelembaban udara adalah dengan menggunakan air conditioner (AC). AC juga berfungsi untuk mengganti hawa panas dengan udara yang lebih dingin. Namun perlu diperhatikan pemakaiannya agar tidak boros listrik. Pada pagi dan siang hari, biarkan udara di dalam rumah keluar dan tergantikan dengan udara luar yang lebih segar. Pada malam hari barulah menyalakan pendingin udara.

21 February 2015

PANDUAN MENDESAIN DAPUR


Merancang dapur dalam sebuah rumah bukan hal yang mudah, karena banyak pertimbangan yang harus dibuat. Jika Anda tidak memiliki dana untuk memakai jasa desainer interior, Anda bisa merancangnya sendiri dengan beberapa panduan dasar.
Langkah-langkah berikut bisa menjadi panduan dasar Anda dalam merancang sebuah dapur.

1. Tentukan Fungsi
Pertanyaan mendasar yaitu " Kegiatan apa saja yang akan saya lakukan di dapur?" kemudian " Apakah dapur ini berupa dapur kotor, dapur bersih atau merangkap keduanya?". Dengan menjawab pertanyaan ini kita akan menemukan apa-apa saja yang akan ada dalam dapur kita beserta perlengkapannya. Misalnya kompor, sink, kulkas, dispenser.

2. Lihat Ruang
Setelah mengetahui perlengkapan yang diperlukan, sekarang kita melihat besaran dan bentuk ruang yang dimiliki. Tantangannya adalah menyesuaikan kebutuhan dengan ruang yang ada.
Tentukanlah apakah akan memilih model dapur segaris, bentuk koridor, bentuk "U","L" atau dengan model meja island. Pilih yang paling sesuai dengan ruang yang tersedia. Tempatkan alat dapur sesuai alur kerja/ segitiga kerja di dapur.


3. Tentukan Segitiga Kerja
Apapun bentuk dapurnya, segitiga kerja berlaku untuk efisiensi kerja di dapur. Titik-titiknya menghubungkan Zona Persiapan (kulkas), Zona Mencuci (sink) dan Zona Memasak (kompor).

4. Rancang Area Penyimpanan
Setelah menentukan penempatan perlengkapan, selanjutnya adalah mendesain tempat penyimpanan. Tentukan berapa banyak peralatan yang dimiliki, agar kita bisa mengetahui banyaknya laci dan lemari yang diperlukan. Untuk menentukan banyaknya modul kabinet, idealnya bagi rata panjang kitchen set Anda. Ukuran modul kabinet berkisar antara 40-50 cm. Dan jangan lupa merancang tempat untuk meletakkan gas, dan perkakas basah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...